Tidakkah engkau tahu, barang siapa yang berbakti kepada
kedua orang tuanya, maka anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Barang siapa
yang durhaka kepada keduanya, maka anak-anaknya akan durhaka kepadanya. Kelak
engkau akan membutuhkan bakti dari anak-anakmu, dan kelak mereka akan melakukan
terhadapmu sebagaimana enagkau melakukan terhadap keduanya. Sebagaimana engkau
berutang, maka engkau akan ditagih dan balasan itu sesuai dengan perbuatannya.
Pengantar
Segala puji bagi Allah, kami memujiNya, memohon pertolongan
dan ampunanNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan perbuatan kami.
Barang siapa yang Allah berikan petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat
menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkanNya maka tidak ada satupun yang
bisa memberikan petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada ilah ( yang berhak
diibadahi) melainkan Allah semata, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa
Muhammad adalah hamba dan RasulNya.
Banyak
kisah yang bisa kita lihat pada zaman sekarang ini mulai dari lingkungan masyarakat
tempat tinggal maupun lewat televisi ataupun yang lainnya, kisah yang yang
sangat mengejutkan dan mengherankan orang-orang yang dekat kepada Allah yaitu
kedurhakaan seorang anak kepada kedua orang tuanya. Hal ini tidak lagi langka
di tengah hiruk pikuk kehidupan kita, dimanapun kita bisa mendapatkannya baik
disudut rumah maupun di dalam rumah kita sendiri, dan sebagian kita tidak
menyadarinya dan bahkan kita menganggap itu hal yang biasa saja. Untuk itu
izinkan saya sedikit berbagi di artikel yang relatif singkat ini untuk
menceritakan terkait dengan berbakti kepada orang tua.
Durhaka
kepada kedua orang tua adalah salah satu dosa besar yang terbesar. Terdapat
ancaman keras mengenai hal itu dalam kitab Allah dan Sunnah NabiNya, serta
banyak disebutkan dalam ucapan para cendikia dan orang-orang mulia. Zaman
ketika kedurhakaan kepada orang tua merajalela dalam bentuk aneh dan
mengherankan, saya melihat dengan mata kepala dan juga kumpulan dari
cerita-cerita saudara kita tentang kedurhakaan seorang anak kepada kedua orang
tuanya, semoga kita bisa menjadikannya pelajaran dalam kehidupan kita ini dan
bisa kita menjadikan ibrah di tengah kehidupan kita di dunia ini yang penuh
dengan bermacam ujian.
Definisi al-‘Uquq ( durhaka )
Al- ‘Uquq (durhaka) adalah lawan dari al birr (berbakti)
dan Ibnu al – manshur berkata “ Waa ‘aqqa walidahu ya’aqquhu ‘aqqan wa uquqan
wa ma’aqqah “ artinya : iqa memutus hubungan keduaorang tuanya. ‘Aqqa walidaihi
artinya memutuskan hubungan kedua orang tuanya dan tidak bersilaturrahim kepada
mereka.[1]
Pendahuluan
Allah taala berfirman :
* 4Ó|Ós%ur
y7/u
wr&
(#ÿrßç7÷ès?
HwÎ)
çn$Î)
Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur
$·Z»|¡ômÎ)
Artinya : Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah
selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu. ( al isra : 23 )
Dari Anas bin Malik ra, ia mengatakan bahwanya Nabi
bersabda yang artinya
“Ada dua pintu yang hukuman nya disegerakan di dunia yaitu kezhaliman dan
durhaka kepada kedua orang tua”. ( HR. Al- Hakim dalam al Mustadrak dan hadis
ini hasan )
Dalam syair kita sering mendengar dan membaca
Aku memberimu makan saat masih bayi dan
Melindungimu menjelang, dewasa
Engkau membutuhkan apa yang aku berikan
Kepadamu dan mengambilnya
Bila suatu malam engkau sakit, maka aku
tidak bisa tidur karena
sakitmu membuatku terus berjaga
seakan-akan akulah byang terketuk di hadapanmu dengan apa
yang engkau ketukkan padaku sedang mataku bercucuran air
mata
jiwaku mengkwatirkamu tertimpa petaka
dan jiwa ku benmar-benar tahu bahwa
kematian adalah waktu yan di tunda
ketika engkau telah mencapai usia dewasa
yang kepadamu lah aku menaruh cita-cita
ternyata engkau membalasku dengan kekerasan dan kekasaran
seakan-akan engkaulah pemberi
nikmat lagi pemberi karunia
duhai sekiranya bila engkau tidak m
memelihara hak orang tua
engkau melakukan sebagaimana yang dilakukan tetangga
lalu engkaumemberikan kepadaku hak tetangga
janganlah engkau bakhil terhadapku
dengan hartamu yang bukan hartamu
engkau melihatnya disiapkan untuk menyelisihi
seakan-akan ia didedikasikan untuk
membantah ahli kebenaran.[2]
Pelajaran
Wahai orang yang menyia-nyiakan hak yang paling
ditekankan, yang menahan dari berbakti kepada kedua orang tua dengan
kedurhakaan, yang melupakan apa yang diwajibklan kepadanya, yang melupakan apa
yang diwajibkan kepadanya. Berbakti kepada kedua oran tua adalah utang yang
menjadi tanggunganmu tapii engkau membalasnya dengan balasan yang
buruk...engkau mencari surga, menurut persangkaanmu, padahal surga berada di
telapak kaki ibumu. Ia mengandungmu dalam perutnya selama sembilan bulan seakan
akan sembilan kali haji, dan berjuang saat melahirkan yang melelahkan ruhnya,
ia menyusuimu dengan air susu dari payudaranya, menghilangkan kantuknya
karenamu, membersihkan kotoran darimu dengan tangan kanannya, dan lebih mendahulukan
makanan untukmu dari pada dirinya sendiri. Pangkuannya menjadi ayunan untukmu,
dan ia memberikan kebaikan kepadamu. Jika engkau menderita sakit, ia
menunjukkan rasa kasihan yang tiada tara, dan kesedihannya sangat mendalam, ia
memberikan hartanya kepada dokter. Seandainya ia disuruh memilih antara
kehidupanmu dan kematiannya, niscaya ia memilih kehidupanmu dengan suaranya
yang p[aling keras . kendatipun demikian , betapa seringnya engkau
memperlakukannya dengan buruk. Ia mendoakan untukmu agar senantiasa diberi
taufik, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terus terang . namun ketika
ia membutuhkanmu di usia senja, engkau menganggapnya sesuatu yang paling hina.
Engkau kenyang sedangkan ia lapar , engkau minum dengan puas sedangkan ia
kehausan. Bahkan engkau lebih memperioritaskan istri dan anak-anakmu dengan
kenikmatan daripadanya. Engkau balas kebaikannya dengan kelupaan, dan urusannya
engkau anggap sulit bagimu padahal mudah. Usianya engkau anggap panjang padahal
pendek.
Engkau meninggalkannya, sedangkan ia tidak punya penolong
selainmu...bahkan dia memanggilmu dengan kata-kata wahai anakku bantu ibu
sebentar malah engkau mengatakan sebentar ibuuu kerjaanku masih banyak dan
tidak bisa di tinggalkan, dahulu engkau meminta mainan dan makanan ibumu lansung
meninggalkan pekerjaannya demi kesenaganmu tapiii semua air susu dulu engkau
balas dengan air tuba dan engkau tambah dengan racun yang lain. Inilah realita
yang terjadi di tengah kehidupan kita ... padahal Allah taala melarang
berkat-kata uff (ah), dan mencelanya dengan celaan secara halus berkenaan
dengan haknya. Allah akan menghukum di dunia dengan kedurhakaan anak-anakmu
terhadapmu, sedangkan di akhirat kelak mendapatkan laknat dari rabbmu semesta
alam, Allah Taala akan memanggil dengan pangilan celaan dan ancaman.
Ï9ºs
$yJÎ/
ôMtB£s%
öNà6Ï÷r&
cr&ur
©!$#
}§øs9
5O»¯=sàÎ/
ÏÎ6yèù=Ïj9
ÇÎÊÈ
Artinya : Demikian itu disebabkan
oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak
Menganiaya hamba-Nya, ( al-Anfal:
51)
Ibumu punya hak yang banyak bila engkau tahu
Hai, banyakmu baginya adalah sedikit
Bertapa banyak malam ia lalui dengan keluhan karena
mengandungmu
Orang yang mendengarnya mengira rintihan dan tarikan
nafas
Saat melahirkan bila engkau tahu keberatan yang di
alaminya
Ini adalah derita yang hati tidak sanggup
menahannyabetapa banyak tangan kananya
Membersihkan kotoranmu
Pangkuannya hanya sebagai tempat tidur untukmu
Ia menembusmu dengan dirinya dari sakit yang engkau
keluhkan
Dari payudaranya mengeluarkan minuman yang lezat untukmu
Betapa sering ia lapar dan memberikan padamu kekuatanya
Kasih sayang dan belas kasihnya saat engkau masih kecil
Maka kecelakaanlah bagi orang yang punya akal tapi
mengikuti hawa nafsunya
Celakalah orang berhati buta sedangkan ia melihat
Karena itu, hendakalah engkau menginginkan doanya
Dan engkau sangat membutuhkan doanya[3]
Diantara bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua
Ø
Membuat keduanya menangis dan bersedih, dan itu dengan
cara apapun baik perkataan maupun perbuatan
Ø
Membentak keduanya, yaitu dengan cara mengeraskan suara
dan kata-kata yang kasar kepada keduanya
Ø
Berkata ah dan kesal terhadap perintahnya
Ø
Bermuka masam dan mengerutkan dahi di hadapan keduanya
Ø
Memerintah keduanya
Ø
Mencela makanan yang di buatnya
Ø
Memandang dengan pandangan yang menghinakan
Ø
Kurang menghargai pendapatnya
Ø
Mencemarkan nama baiknya
Ø
Mencaci maki dan mengutuknya
Ø
Menitipkan mereka di panti jompo
Bampak buruk yang diakibatkan durhaka kepada kedua orang
tua
Ø
Pendurhaka tadak akan masuk surga
Sebagaimana disebutkan dalam hadist di ceritakan
”Tidak masik surga orang yang mengungkit ungkit
pemberian, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan orang yang gemaar
minum khamar”
Ø
Tidak diterima amal-amalnya
Ø
Pendurhaka itu tidak diluaskan rizkinya dan tidak
dipanjangkan umurnya
Ø
Anak dari pendurhaka akan durhaka kepadanya sebagaimana
balasan sepadan baginya dan lain sebagainya
Kebaikan yang di berikan kedua orang tua kepadamu.
Sangatlah banyak kebaikan yang diberikan kedua orang tua
kepada anaknya hanya saja sebagian anak yang tidak memikirkan betapa besarnya
kebaikan dan harapan orang tua kepada anaknya,,, kita ingat hadis yang sampai
rasul kita yang mulia salallhu alaihi wassalam
dan ayat Al Qur’an Allah katakan
ôÏ Éb>§ $yJßg÷Hxqö$# $yJx. ÎT$u/u #ZÉó|¹ ÇËÍÈ
Artinya : "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".
Ibumu mengandungmu dalam rahimnya selama sembilan bulan
dalam keadaan lemah yang bertambah, ia mengandungmu dan melahirkanmu dalam
keadaan terpaksa. Pertumbuhanmu hanyalah menambah keberatan dan lemah. Ketika
melahirkan, ia melihat kematian di pelupuk matanya. Tapi ketia ia melihatmu
disisinya, ia segera melupakan segala kesedihannya, dan bahkan ia mengantungkan
semua harapannya kepadamu. Ia melihat keindahan hidup dan perhiasannya dalam
dirimu.
Kemudian, ia menyibukkan dirinya dengan berkhidmat
kepadamu, baik malam maupun siang nya.ia memberimu makan dengan kesehatannya ,
makananmu adalah air susunya...
Rumahmu adalah pangkuannya, dan kendaraanmu adalah
tangan, dada dan punggungnya.ia menjaga dan memeliharamu. Ia lapar agar engfkau
kenyang dan ia tidak tidur agar engkau bisa tidur
Ia sangat menyayangimu dan berbelas kasih kepadamu.
Jika ia jauh darimu, engkau memanggilnya. Jika ia
berpaling darimu engkau berisik kepadanya. Jika suatu yang tidak menyenangkan
menimpamu, engkau meminta pertolongan kepadanya, karena engkau mengira segala
kebaikan ada disisinya, dan engkau mengira bahwa keburukkan tidak akan sampai
kepadamu, jika ia memelukmu ke dadanya , atau melihatmu dengan kedua matanya.
Adapun ayahmu, maka engkau berutang budi kepadanya. Ia
bekerja, dan ia menolak berbagai macam gangguan darimu. Ia melakukan
perjalanan, memjelajahi padang pasir, menghadap gelombang di lautan, membajak
di tengah sawah yang kering di dalam keadaan panas dan hujan semua di lakukan
demi kebaikan dan kesenganmu semata ,,, ya seperti itu lah yaqh mu dalam
mencari nafkah untuk mu.dan itu ia lakukan dengan tabah dan sabar demi mencari
sesuap nasi utnuk memberi nafka kepadamu, memperbaikim,u, dan merawatmu.jika
engkau menemuinya , ia senag dan jika engkau menghadapkan kepadanya, ia
gembira. Jika ia pergi ,hatimu terpaut kepadanya. Jika ia berada di rumah,
engkau duduk dipangkuannya dan memeluk dadanya.
Kedua sosok ini adalah kedua orang tuamu, dan itu adalah
masa kecilmu. Lantas , mengapa engkau mengingkari kebaikan ini ? dan mengapa
bertindak kasar kepada keduanya, seakan-akan engkaulah yang memberinya nikmat
dan anugrah
Namun orang yang hina ini berpura-pura melupakan kelemahan
dan masa kecilnya, terkagum dengan kepemudaan dan kekuatanya, terpedaya dengan
pendidikan dan pengetahuannya, serta merasa tinggi dengan kedudukannya. Ia
menyakiti keduanya dengan suatu yang menyakitkan, bersuara keras dengan
keburukkan dan kata-kata keji. Ia membentak dan bahkan terkadang menampar
dengan tangan dan menendang dengan kaki. Padahal keduanya menginginkan kehidupannya,
sedangkan ia menginmginkan kematian keduanya.
Wahai orang yang terhina , apakah ketika keduanya sudah
tua lalu membutuhkanmu, engkau menjadikan keduanya sebagai sesuatu yang paling
hina di hadapanmu ?! engkau dahulukan selain keduanya dengan memberikan
kebaikan, sedangkan engkau membalas kebaikan keduanya dengan kelalaian . urusan
kedua nya terasa berat bagimu dan umur keduanya terasa panjang bagimu. Tidakkah
engkau tahu bahwa barang siapa yang berbakti kepada keduanya maka anak-anaknya
kan berbakti kepadanya. Dan barang siapa yang durhqaka kepada keduanya, maka
anak-anaknya kan durhaka kepadanya. Kelak engkau akan membutuhkan bakti
anak-anakmu, dan kelak mereka akanmelakukan terhadapmu sebagaimana engkau
melakukan terhadap keduanya , seperti engkau berutang, maka engakau akan
ditagih , dan balasan itu sesuai perbuatannya.
Al alamah ath-Thurthusyi rahimahullah mengatakan
Keduanya adalah sebab keberadaanmu`. Lihat birr
al-walidain hal 102-105 karya ath-Thurthusyi
Wahai saudara – saudaraku,
Tidakkah kita memikirkan tentang keduanya ? apakah hal
ini akan kita pikirkan saat mereka sudah tiada ? sangat beruntunglah bagi kita
yang masih punya orang tua yang lengkap ayah dan ibumu ... berarti masih ada
kesempatan bagi kita untuk berbakti kepadanya mungkin hari ini kita bisa
berbuat mari kita lakukan jang kita menuda sesuatu yang baik ini karena esok
belum tentu kita bisa berbuat ,
Saudarku yang budiman ...
Bagi kita yang orang tua sudah tiada mugkin dlu kita
banyak berbuat salah pada mereka atau durhaka mari kita tobat dan mohon ampun
kepada Allah taala dan marilah kita mendoakan mereka,,,
"Yusra efendi"
"Yusra efendi"