Modal kita...
Segalah puji hanya bagi Allah. Kita memuji-Nya, memohon
pertolongan dan bertoubat kepada-Nya. Kita juga berlindung kepada Allah dari
kejahatan diri dan keburukkan amal perbuatan kita. Siapa yang Allah beri
petunjuk niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang Allah
sesatkan niscaya tidak ada yang mampu memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi
dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi
bahwa muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Shalawat dan salam senantiasa
terlimpah kepadanya, keluarga, sahabatnya dan orang- orang yang mengikuti
beliau hingga hari kiamat nanti.
Ketika orang berakal tahu bahwa hari-harinya merupakan modal
baginya . ia tentu berusa maksimal untuk memanfaatkannya agar tidak ada sedikit
pun modalnya yang terbuang percuma.
Berbicara tentang urgensi waktu dan waktu luang adalah
pembicaraan panjang lebar, orang mungkin tidak bisa memenuhi hak atas topik
bahasan ini karena begitu luas dan bercabang. Sebaliknya membahas topik ini
terlalu panjang lebar mungkin akan melewatkan sebagian maksud, karena banyaknya
pembicaraan saling melupakan satu sama lain.
Berikut ini akan kita bahas secara singkat pentingnya
waktu dan problem dan waktu luang sebagian besar orang, dan bagaimana cara
memanfaatkan waktu luang tersebut.
Sekarang saya akan menjelaskan sedikit tentang urgensi
waktu, diawal pertemuan ini karena setiap kita tidak akan terlepas dari waktu
apa pun bentuk aktifitasnya baik kegiatan untuk dirinya maupun untuk orang lain,
dan tidak ada satu pun manusia yang terlepas dari waktu dan berkeinginan untuk
terlepas dari waktu. Dan siapapun tahu pentingnya waktu, karena waktu itu
adalah modal utama manusia, waktu adalah usia sekaligus hari-harinya.
Berkata Dr. Shalih bin Ghanim as-Sadlan
Ketika modal di sia-siakan, maka keuntungan tidak akan
diraih. Ketika orang tahu hari demi hari adalah modal utamnya, ia akan berusaha
maksimalkan untuk nmemanfaatkannya dengan baik-baik dan tidak menyia-nyiakan.
Di kala seseorang memiliki uang dan ia sia-siakan sebagian, hari demi hari
uangnya ia habiskan dengan percuma, maka uangnya tersebut dijamin habis dan ia
akan merugi tanpa memiliki modal apa pun. Demikian halnya waktu yang tidak lain
adalah hitungan jam dan hari, harus benar-benar dimanfaatkan semaksimal
mungkinagar untung.
Ketika seseorang memanfaatkan modal dan mengembagkannya,
maka modalnya tetap ada dan ia mendapatkan keuntungan. Demikian halnya dengan
modal manusia yang tidak lai adalah hari-harinya, ia harus benar-benar
dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk segalah hal yang membawa manfaat.
Allah menyampaikan hujjah kepada hamba-hamba-Nya bahwa
Dia memanjangkan usia untuk mereka. Allha berfirman seraya berbicara kepada
para penghuni neraka :
4
óOs9urr& Nä.öÏdJyèçR $¨B ã2xtGt ÏmÏù `tB t©.xs? ãNä.uä!%y`ur ãɨY9$# (
“Bukankah kami telah memnajangkan
umur kalian untuk dapat berfikir bagi orang ya ng mau berfikir, padahal telah
datang kepada kalian seorang pemberi peringatan”. (QS Fathir : 37)
Yakini,
bukankah kami telah memanjangkan umur kalian yang cukup untuk berfikir dan
memetik palajaran? Lantas, apa yang telah kalian perbuat selama masa dan usia
kalian itu ?
Kita harus
tahu, bahwa kita akan diperhitingkan atas setiap waktu yang berlalu,
berdasarkan sabda rasulullah yang artinya :
“ Tidaklah kedua kaki seorang hamba bergerak hingga ia
ditanya tentang empat hal, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa
mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapat dan untuk apa
ia belanjakan dan tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan dengannya”.
Perhatikanlah
bagaiman Rasulullah menyebutkan dua pertanyaan terkait dengan umur dan bagaiman
beliau menyebut masa muda secara khusus,
Insyaallah lain waktu kita sambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar